Menghilangkan Masalah Susah Tidur

Waktu tidur yang baik dan dianjurkan oleh dokter adalah selama 7 sampai 8 jam setiap hari. Setelah beraktivitas seharian, tentu tubuh terasa sangat lelah dan membutuhkan istirahat. Namun, sering kali kita tidak bisa tidur padahal mata sudah sangat perih dan rasa kantuk telah menyerang. Mencoba untuk tetap memaksakan tidur kadang membutuhkan waktu berjam-jam, dan berakhir dengan kurangnya waktu tidur. Alhasil, ketika bangun di pagi hari tubuh akan tetap terasa lelah dan kepala berdenyut pusing.

Kondisi Yang Mengakibatkan Susah Tidur

Susah tidur atau tidur tidak nyenyak dapat dialami oleh siapa saja. Faktor yang menyebabkan susah tidur juga sangat beragam. Salah satunya adalah stres. Otak yang terus bekerja untuk memikirkan banyak hal menyebabkan aktivitas tidur sulit untuk dilakukan. Penyebab lain adalah pengaruh kafein atau alkohol yang dikonsumsi tak lama sebelum menjelang waktu tidur. Konsumsi kafein dan alkohol dapat membuat seseorang tetap terjaga hingga larut malam. Gangguan dari lingkungan dan adanya gangguan tidur juga dapat menyebabkan susah tidur.

Cara Mengatasi Susah Tidur

Ketika badan lelah setelah melakukan aktivitas seharian, satu hal yang kita inginkan tentu saja beristirahat dengan nyenyak. Namun, tak jarang kita mengalami susah tidur hingga larut malam dan menyebabkan kurang tidur. Jika Anda mengalami masalah susah tidur atau tidur tidak nyenyak, beberapa hal di bawah dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.

  1. Menjauhkan alat elektronik

Hentikan pemakaian gadget ataupun komputer ketika Anda hendak tidur. Cahaya biru yang dikeluarkan oleh pantulan layar gadget akan menghilangkan rasa kantuk Anda. Jadi sebaiknya hentikan penggunaan gadget Anda dan jauhkan dari tempat tidur Anda agar tidur lebih nyenyak. Pastikan juga untuk mematikan alat elektronik ketika Anda tidur karena radiasi yang dipancarkan oleh benda tersebut berbahaya untuk kesehatan.

  1. Jangan makan malam

Lakukan makan malam beberapa jam sebelum waktu tidur Anda. Jangan makan malam mendekati waktu tidur karena lambung akan memproses makanan selama beberapa waktu. Jadi sangat dianjurkan untuk memberikan jeda antara makan malam dan waktu tidur Anda. Tidur setelah makan juga dapat menyebabkan asam lambung meningkat, dan meningkatkan risiko maag.