Fungsi Lagu Daerah

Keanekaragaman budaya Indonesia bisa dilihat dari berbagai aspek. Bisa dilihat dari keberagaman tradisi, adat dan kepercayaan, baju adat, hingga bahasa daerah. Sebagai contoh, tradisi untuk penyambutan tamu di daerah A, akan berbeda dengan daerah B. Ada yang menggunakan cara biasa saja, namun ada yang sampai menggunakan upacara adat sebagai syarat untuk masuk ke daerahnya. Yah, itulah Indonesia yang memang sangat beragam. Keragaman lain yang bisa kita lihat adalah bahasa daerah. Makna dar setiap katanya pun berbeda-beda. Misalnya, kata gandul untuk orang Jawa Tengah berarti pisang, sedangkan untuk orang Jawa Barat berarti pepaya. Berawal dari perbedaan bahasa, lagu dari setiap daerah tentunya juga berbeda. Lagu daerah menjadi ciri khas daerah menggunakan bahasa daerahnya sendiri.

Apa Saja Fungsi Lagu-Lagu Daerah?

Lagu daerah saat ini mungkin sudah jarang dinyanyikan oleh kalangan anak-anak hingga remaja, karena sifatnya yang sangat kedaerahan. Lagu ini mungkin sesekali hanya digunakan untuk acara-acara tertentu saja. Namun, bagi masyarakat daerah, lagu ini memiliki beberapa fungsi yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah fungsi lagu khas daerah:

  1. Upacara adat

Lagu-lagu dari daerah sering digunakan dalam upacara adat dengan tujuan tertentu. Sebagai contoh, untuk masyarakat Sumba, lagu yang dinyanyikan pada upacara adat berfungsi untuk pengiring roh dalam upacara Merapu.

  1. Sebagai pengiring tari dan pertunjukan

Lagu-lagu dari daerah juga sering digunakan sebagai pengiring tari dan acara pementasan daerah. contohnya, pertunjukan wayang kulit, ludruk, drama dan ketoprak menggunakan lagu daerah sebagai pengiring pertunjukan.

  1. Sebagai media komunikasi

Pada suatu pertunjukan yang menggunakan lagu-lagu dari daerah, selain sebagai pengiring juga sebagai media komunikasi secara tidak langsung. Mengingat bahasa dan lagu yang sesuai daerah setempat, masyarakat akan lebih mudah mengerti.

  1. Sebagai media bermain

Contoh lagu khas daerah yang digunakan untuk media bermain adalah Cublak Suweng dari Jawa Tengah, Pok Ame-ame dari Jakarta, dan Ampar-ampar Pisang dari Kalimantan. Anak-anak akan menyanyikan lagu ini dengan menggunakan gerakan-gerakan tertentu.