Bisnisn Unik Berbasis Online

Bisnis travel online memang menjadi hal yang sangat banyak untuk di perbincangkan, bahkan membuat kepala menjadi pusing jika di bahas satu persatu. Apalagi di era sekarang, bisnis travel berbasis online pun menjadi sangat marak di perbincangkan. Di samping menguntungkan berbagai pihak yang terlibat, baik agent travel tersebut, juga para pelanggan yang tidak mau pindah ke lain hati dengan tetap memakai jasa layanan travel yang mereka anggap bonafid. Tapi di sisi lain, bisnis ini juga memiliki dampak negatif bagi yang terlibat, terutama bagi pelanggannya yang terkadang merasa geram terhadap pemilik agen travel yang melakukan hal tersebut. Sebut saja salah satu kejadian yang sangat memalukan di dunia jasa travel sebuah perjalanan haji dan umrah. Yang mana pada saat dikorek masalahnya ternyata uang para jamaah umrah maupun haji, hanya untuk pergi keluar negeri, mereka hanya mementingkan ego mereka untuk bisa hidup mewah layaknya seorang konglomerat yang jika pergi kemana pun selalu di kawal, juga memakai alat transportasi yang sangat mewah.

Lalu, Kasus Apalagi Sih Yag Melanda Para Pelanggan Yang Kehilangan Lembar Hijau Mereka?

Dalam sebuah bisnis, apalagi bisnis travel online, seharusnya memberikan layanan yang bagus serta amanah dalam segala hal yang di perlukan, bukan malah menyelewengkan uang para pelanggan setia yang telah dijanjikan dengan berbagai macam-macam hal yang sangat menggiurkan untuk para pelanggannya. Namun, begitulah manusia yang sudah tamak sejak dari awal. Oleh karenanya ada beberapa kasus dalam bisnis travel kali ini, yang mungkin menjadi pembelajaran bagi pembaca setia untuk tetap waspada dengan kasus dengan kedok iming-iming pergi jalan-jalan dengan harga yag murah. Simak selengkapnya:

  • Kasus travel yang di alami ustadz kondang Indonesia ini sangat cepat menyebar informasinya dan sangat cepat diketahui oleh masyarakat luas kala itu. Kasus ini dianggap telah menggelapkan uang para jamaah haji dan umrah, yang mana seharusnya para jamaah berangkat ke tanah suci di tahun 2014 namun sampai detik ini, mereka belum kunjung berangkat ke tanah suci. Uang yang di bawa oleh tersangka sekitar lebih dari 30 miliar rupiah, dan yang dirugikan sekitar ada lebih dari 500 korban lebih.
  • Di Bandung baru-baru ini terbongkar pula kasus yang sama yakni kasus berkedok travel pemberangkatan umrah dan haji. Lebih dari 12 ribu orang belum diberangkatkan ke tanah suci mekkah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Dari kasus ini polisi membuktikan bahwa pemilik travel agen ini bersalah yag mana telah mendapat uang haram dari kasus berkedok agen travel ini sekitar 800 miliar lebih, bahkan hampir 900 miliar rupiah yang dii dapat. Dari hal ini, polisi langsung menangkap tersangka bersamaan dengan asistennya untuk mempertanggungjawabkan atas apa yang dilakukan di hadapan hukum.
  • Akhir tahun 2016 penipuan berkedok travel pemberangkatan umrah juga mencuat sampai ke telinga masyarakat umum. Agen travel yang di gawangi oleh sebuah perusahaan ini mencuat dengan segudang kecurigaan yang akhirnya terbongkar oleh Bareskrim Polri. Ada banyak korban yang akhirnya tidak jadi pergi ke mekkah dengan berharap tahun ini akan melaksanakan umrah, hal yang sangat mereka idam-idamkan. Namun apalah daya, mereka hanya bisa gigit jari bahwa dalam kenyataannya mereka belum beruntung untuk bisa ke sana. Kerugiannya pun mencapai 40 miliar lebih dari uang jamaah.

Dan masih banyak ulasan lainnya yang masih ingin di bahas sebenarnya. Namun begitu, semoga pembahasan kali ini menambah wawasan dan menjadi informasi yang bermanfaat untuk Anda para pembaca. Cukup sekian artikel kali ini mengenai bisnis travel online. Sampai jumpa di artikel berikutnya dengan pembahasan yang lebih fresh, berbobot, serta bermanfaat pastinya untuk Anda pembaca setia.